Produksi Dan Jual Lampu Pelican Crossing | Lampu Pedestrian Pelican Crossing

Produksi Dan Jual Lampu Pelican Crossing | Lampu Pedestrian Pelican Crossing

Aman dan Nyaman dengan Pelican Crossing

Produksi Dan Jual Lampu Pelican Crossing | Lampu Pedestrian Pelican Crossing

Pelican crossing memnag jika diperhatikan sekila hampir mirip dengan zebra cross bukan? Hanya saja yang membedakannya adalah tempat penyeberangan orang tersebut sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti lampu lalu lintas, tombol difabel bagi penyandang disabilitas, serta adanya pengeras suara.

Bisa dikatakan juga jika pelican crossing ini jauh lebih menguntungkan dan bermanfaat bagi para pejalan kaki tanpa daa rasa khawatir lagi saat akan menyebrang. Berikut penjabarannya.

Tujuan Utama Pelican Crossing

Lalu seperti apa tujuan di buatnya fasilitas ini? Tujuan dari pengadaan pedestrian light control atau yang disebut juga dengan pelican crossing yaitu dijadikan sebagai pengganti jembatan bagi pejalan kaki serta untuk membiasakan pengemudi kendaraan untuk nantinya bisa semakin tertib lalu lintas.

Selanjutnya, penggunaan pelican cross yang sudah disertai dengan fitur lampu dan suara dengan konsep ramah difabel tentulah ini akan menjadi upaya untuk bisa meningkatkan kesetaraan.

Secara garis besar, sebenarnya tujuannya ada dua, yang pertama yaitu membiasakan dan menyadarkan si pengemudi kendaraan bermotor bahwa di tempat ini ada penyebrang yang akan lewat, sehingga harus sadar dan perlu pembiasaan.

Juga yang kedua yaitu kedua bagi masyarakat yang berjalan kaki atau pun yang memakai kursi roda, menyebrang di sini merupakan sesuatu yang baru dan akan sangat membantu.

Dalam hal ini, lampu tersebut sudah dilengkapi tombol bagi pejalan kaki. Jadi jika misalnya lampu merah berarti penyeberang belum aman untuk menyeberang, sementara kalau lampu berwarna hijau berarti penyeberang sudah bisa untuk melintas.

Lampu tersebut pun nyatanya telah dilengkapi fasilitas non-visual, apabila bunyi bip-bip atau tombol bergetar yang akan membantu penyeberang yang penglihatannya terganggu. Atau bisa dikatakan fasilitas lampu dan bunyi-bunyian digunakan selain untuk mengingatkan penyeberang supaya waspada.

Jadi intinya pelican crossing itu bisa dikatakan sebagai zebra cross yang di-upgrade dan dilengkapi dengan fitur pendukung lain.

Mengulik Lebih dalam tentang Pelican Crossing dengan Lampu Lalu Lintas Lainnya

Pelican crossing memang sudah banyak diterapkan di kota Besar seperti Jakarta, Bandung dann lainnya khususnya di jalan protokol tanpa jembatan penyeberang orang. Pengguna jalan hanya perlu memencet tombol untuk menyeberang. Maka nanti lampu penyeberangan akan menyala hijau yang berarti jalan, dan secara bersamaan memberi lampu merah untuk para kendaraan yang melintas. Penyeberangan dibatasi oleh waktu tertentu.

Kata pelican ini pun sebelumnya disebut pelicon yang merupakan singkatan dari pedestrian light controlled crossing dimana untuk fasilitas penyeberangan ini sudah dulu digunakan di beberapa negara di Ingris Raya dan Irlandia. Selain pelican crossing, ada juga puffin crossing, dan toucan crossing yang memiliki fasilitas mirip.

Bagi yang belum mengetahui, perbedaan pelican dengan puffin crossing ialah pada lampu lalu lintasnya. Puffin crossing itu menggunakan sensor untuk mengatur lama atau cepatnya waktu penyeberangan. Sensor itulah yang nantinya dapat mendeteksi lokasi penyeberang jalan dan mengontrol warna lampu.

Setelah tombol kontrol ditekan, maka lampu lalu lintas hanya akan berubah kembali menjadi hijau setelah tidak ada lagi penyeberang jalan.

Sementara toucan crossing ini adalah sebuah fasilitas penyeberangan yang mengijinkan mengendarai sepeda di atas penyeberangan tersebut. Oleh itu penyeberangan ini mempunyai lebar yang besar. dalam hal ini, pada penyeberangan lain pesepeda harus menuntun sepedanya saat berada di atas penyeberangan.

Sedangkan zebra cross meruppakan tempat penyeberangan jalan yang paling sederhana. Hanya garis hitam-putih yang dicat di atas jalan, tidak ada lampu berhenti bagi kendaraan maupun pejalan kaki. Walaupun demikian pengendara wajib berhenti jika misalnya ada yang menyeberang.

Banyak yang menyangka jika metode menyeberang ini sama dengan berjalan melalui zebra cross, padahal sebenarnya berbeda. Jadi kesimpulannya adalah metode penyeberangan pelican crossing adalah metode menyebrang dengan memanfaatkan lampu lalu lintas ini disebut dengan cara menekan tombol lampu penyeberangan.

Setelah itu menunggu sampai lampu penyeberangan menyala hijau, dan kemudian menyeberang jalan, dan menyeberang sesuai dengan durasi waktu yang ditentukan. Tentunya langkah tersebut adalah metode yang kini banyak diberlakukan di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Jadi intinya, di zebra cross atau yang biasanya berada di persimpangan, pejalan kaki menyeberang ketika kendaraan berhenti karena lampu merah bagi pengendara menyala secara reguler. Sementara, di pelican crossing baik di persimpangan atau bukan, pejalan kaki bisa menggunakan fasilitas APILL atau lampu lalu lintas khusus penyeberangan untuk mengaktifkan lampu merah bagi pengendara sekaligus lampu hijau bagi penyeberang, supaya nanti ia bisa mulai menyeberang.

Pelican Crossing Bersama PT. Firza Meka Trindo

Saat ini memnag sudah ditemukan teknologi baru Bernama pelican crossing.  Bisa dikatakan bahwa ini merupakan alat yang saat ini sangat berguna bagi para pejalan kaki maupun untuk si pengendara. Pelican crossing ini pada awalnya, alat tersebut banyak dijumpai di luar negeri, dimana ini merupakan sebuah penyeberangan pejalan kaki yang telah dikendalikan oleh lampu lalu lintas serta dioperasikan oleh pejalan kaki.

Tentu saja Anda semua pernah melihat jenis penyeberangan seperti ini, dimana para penyeberang akan menekan tombol di tiang lampu lalu lintas sebelum menyeberang, dan lampu yang semula hijau pun nantinya akan berubah menjadi merah.

Dan saat ini, pemerintah Indonesia mulai menerapkannya di jalan protokol serta di jalan menuju fasilitas umum yang mana ramai dilewati pejalan kaki dan pengendara.   Jika diperhatikan memang bentuknya sekilas seperti rambu – rambu lalu lintas biasanya. Hanya saja ada tombol yang bisa digunakan pejalan kaki saat menyeberang.

Jadi boleh dikatakan alat tersebut sebagai pengganti Jembatan Penyeberangan Orang ata yang biasa disebut dengan JPO atau zebra cross yang sudah dibekali dengan fitur baru. Pelican Crossing saat ini memang hadir untuk membantu pejalan kaki atau penyeberang supaya nanti bisa nyaman di jalan dan mendapatkan haknya dengan baik.

Pejalan kaki pun kini tidak perlu khawatir dan cemas ditabrak motor atau mobil, sebab kini sudah bisa meminta pengendara untuk sejenak berhenti sejenak, dengan cukup pencet tombol di pelican crossing, secara otomatis jalan akan dikondisikan sedemikian rupa.

Segera maka akan muncul suara atau notifikasi bagi pengendara kendaraan bermotor atau mobil untuk berhenti dan memberikan jalan. Intiny adalah ini menjadi solusi untuk menyeimbangkan hak pengendara dan pejalan kaki. Dan ini sangat perlu di aplikasikan disetiap wilayah yang memang ramai akan lalu lintas.

Produksi Dan Jual Lampu Pelican Crossing | Lampu Pedestrian Pelican Crossing

Produksi Dan Jual Lampu Pelican Crossing | Lampu Pedestrian Pelican Crossing

Begitu diibutuhkannya fasilita ini, maka kami PT.Firza Meka Trindo hadir untuk Anda dimana kami menjual pelican crossing dan siap untuk membantu Anda. Segala keperluan lalu lintas bisa Anda dapatkan dengan harga yang ramah kantong bersama dengan kami.

Tentunya kami merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang lampu lalu lintas professional tentunya dengan hasil terbaik pula. Konsultasikan seperti apa kebutuhan lalu lintas yang sedang Anda perlukan dengan menghubungi tim kami di https://www.jasalampulalulintas.com/ .

Leave a Reply

Your email address will not be published.